Produk terbaru :
Keseluruhan Produk
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kediri Dirikan Sentra Akik sekaligus Lab Batu Akik

Pemkot Kediri resmi mendirikan sentra akik di Pasar Pahing Kota Kediri. Sentra batu akik ini diprediksi akan menjadi salah satu sentra batu akik terbesar di Jatim.

Setidaknya wilayah Tulungagung, Nganjuk, Blitar, Magetan, dan daerah sekitar Kediri yang terkenal dengan bebatuan khasnya akan terwadahi dengan sentra akik ini.

"Usaha batu akik ini menjadi tren usaha ekonomi kreatif. Setelah sentra akik, akan kami dirikan Laboratorium khusus batu akik di Kediri," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat peresmian sentra akik, Minggu (29/3/2015).

Dengan adanya lab, semua batu akik dapat diuji kualitasnya. Upaya ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas batu akik dari Kediri. Ini untuk mendukung agar para pedagang batu akik jujur.

"Kalau sudah punya sentra akik begini, saya jadi bisa menjawab kalau ditanya dimana kalau beli akik di Kediri," ucap Mas Abu sambil tertawa.

Walikota juga mengajak para perajin dan pedagang ikut berpartisipasi pada kegiatan Festival Batu Akik yang bakal digelar di GOR Jayabaya. Kegiatan ini bakal diikuti seluruh perajin dari seluruh Indonesia.

Apalagi dari penelusuran para pengamat batu akik, sebagian batu akik yang dijual di luar negeri ternyata bahan bakunya dari Indonesia.

Muhammad Yasin Direktur PD Pasar Kota Kediri memberi kesempatan selama 6 bulan kepada perajin dan pedagang akik untuk menempati kios pasar tanpa dipungut biaya.

Yoyok, salah satu perajin menyambut baik pendirian sentra akik di Kediri. Kediri adalah bekas kerajaan Kadiri. "Mudah-mudahan sentra akik Kediri mendunia," harap Yoyok.

Sumber : suryamalang.tribunnews.com
{[['']]}

Pegadaian Terima Akik, Standar Harga Masih Dikaji

Mengatasi Masalah Tanpa Masalah. Slogan ini begitu melekat di Pegadaian. Nah kini di tengah booming-nya batu akik dan permata, lembaga itu tengah mengkaji kemungkinan menerima gadai batu akik. Meski baru wacana, batu jenis permata sudah bisa digadaikan. Bahkan, Pegadaian telah membuka jasa sertifikasi batu mulia, Pegadaian G-Lab, meski baru di kantor pusatnya di Jakarta Pusat.

Keseriusan ini juga mendorong Pegadaian men­girimkan 11 pegawainya ke Thailand. Di Negeri Gajah Putih tersebut, mereka menimba ilmu tentang serti­fikasi batu akik dan permata. Selanjutnya, mereka disebar ke sejumlah kota besar di Indonesia.

Deputi Administrasi dan Supporting Pegadaian Suprianto mengatakan, program pelatihan khusus ke Thailand ini diharapkan dapat mengeluarkan lisensi terkait batu permata seperti zamrud, sapphire, dan ruby.

Sementara Penaksir Madya Kantor Cabang (Kacab) Kedaton Itris Martadinata menjelaskan, batu akik memiliki nilai transaksi jual-beli yang terkadang fantastis. Peluang ini tak disia-siakan Pegadaian untuk menerima batu akik.

Namun untuk Lampung, batu akik belum bisa diterima. ’’Untuk saat ini, Pegadaian di Lampung belum membuka ruang untuk gadai batu akik. Surat keputusan (SK) dari pusat belum ada,” kata Itris.

Selama ini, pihaknya hanya menerima gadai perhiasan jenis berlian dan emas. Karena kedua jenis perhiasan ini sudah mempunayi standar harga di pasar internasional.

Suatu perhiasan untuk dikatakan precious stone harus mengandung beberapa hal. Yaitu indah, langka, modis, tahan lama, memiliki tingkat kekerasan yang tinggi, tingkat kejernihan, dan memiliki standar harga yang sudah diakui oleh pasar perdagangan internasional.

“Dalam satu hari bisa belasan orang datang untuk menggadaikan batu akik.Kalau gadai batu permata, satu bulan bisa sampai ratusan orang. Standar harga batu akik belum diakui di pasar perdagangan internasional. Harganya cederung subjektif. Kesepakatan antara penjual dan pembeli saja,” katanya.

Kendati demikian, Pegadaian Kacab Kedaton juga menerima pengecekan kekuatan dan keaslian batu permata, pihaknya juga memiliki penaksir yang bisa menilai berharga atau tidaknya berlian atau permata yang akan digadaikan.

“Tiap permata akan melalui tiga tahap, pertama kita tes kekerasan menggunakan diamond selector, jika berbunyi berarti asli. Lalu, kita tes menggunakan lub, ini untuk mengetahui apakah permata ini kotor, atau terdapat cahaya putih di dalamnya, yang paling bagus sih warnanya seperti pink,” terangnya sembari mempraktikan cara mengetes keasilan batu.

Terakhir, permata dilakukan tes menggunakan jarum uji yang pada ujung jarumnya terdapat berlian. “Kalau dia tergores berarti palsu,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu kolektor batu akik dan permata, Ahmad Nurkholis menambahkan, dirinya mengapresiasi wacana Pegadaian sebagai atas respon positifnya terhadap fenomena “gila batu” di Indonesia.

“Sangat setuju, asal bersertifikat dan harganya stabil seperti emas. Dengan masuknya batu akik di bursa pegadaian, maka ini akan sangat membantu perekonomian penjual dan kolektor batu akik. Diharapkan dengan munculnya wacana ini, batu akik tidak bersifat musiman,” katanya.

Pengamat pendidikan ini juga optimis fenomena batu akik tidak bersifat musiman dan diyakini juga akan menjadi kantong ekonomi baru di Indonesia. “Ini kan bagian dari ekonomi kreatif yang tengah digalakkan pemerintah kita. Apalagi akik juga menjadi cinderamata Konferensi Asia Afrika, pasti pemerintah sangat mendukung sekali pengembangan ekonomi kreatif ini,” pungkasnya. (cya/p4/c1/ary)


Transaksi Aman Online

    TRANSAKSI melalui lapak-lapak batu akik secara online melonjak dua kali lipat. Namun, keamanan transaksi online batu akik ini harus diperhatikan baik oleh penjual (seller) maupun pembeli (buyer) ketika melakukan transaksi online.

    Nah, agar transaksinya berlangsung nyaman dan lancar, baik penjual maupun pembeli harus memberikan informasi yang jujur, teliti, dan tetap berhati-hati serta memahami proses transaksi secara online.

    Bagi penjual, harus memberikan keterangan secara lengkap terhadap batu mulia khususnya batu akik yang dijual.  Sedangkan untuk pembeli, wajib mengamati dengan teliti gambar batu akik/mulia tersebut serta kondisi dan nama batu tersebut. Proses ini penting mengingat tampilan layar dan monitor akan berbeda bergantung pada tipe kamera atau monitor yang digunakan.

    Yang juga perlu diperhatikan adalah dimensi dari batu tersebut, yakni Panjang x Lebar x Tinggi dalam ukuran milimeter dan estimasi crat (1 Crat = 0,2 gr ) serta browsing untuk melihat barang sejenis sebagai pembanding (warna, serat).

    Yang tak kalah penting terkait kesepakatan antara pembeli dan penjual. Misalnya, setelah pembeli menerima barang, ternyata batu yang diterima tidak sesuai keterangan yang diberikan penjual, maka penjual mesti bersedia untuk menyanggupi permintaan retur barang yang diajukan pembeli. Pembeli pun mesti memberikan keterangan jelas perihal return barang seperti peraturan yang berlaku.

    Pada akhirnya, untuk menguji kualitas batu natural atau sintetik hanya dapat dilakukan melalui uji gemologi, tidak dapat hanya dites melalui pandangan kasat mata saja.

    Bahkan bagi pakar batu permata/akik sekalipun tidak akan mampu menguji apakah batu tersebut natural atau bukan jika hanya menggunakan pengamatan mata saja. “Yang penting jadilah smart buyerdan jangan membuang waktu pedagang dengan memberikan penawaran apabila memang tidak berkehendak beli,” bebernya.
Sumber : jawapos.com
{[['']]}

Inilah Sebabnya Batu Akik Belum Diakui sebagai Batu Mulai

Menteri Perindustrian Saleh Husin membeberkan kenapa batu akik belum diakui sebagai batu mulia.
Menurutnya, banyak sekali tantangan yang dihadapi industri batu mulia alias batu akik di Indonesia.
“Salah satunya, belum diakuinya akik sebagai batu mulia oleh dunia internasional,” kata Selah di Jakarta Selasa (26/5/2015) malam.
Sampai kini, kata Saleh, Indonesia tidak punya lembaga sertifikasi perhiasan. Akibatnya, nilai jual batu mulia Indonesia menjadi tidak kompetitif.
Tantangan yang kedua adalah cadangan bahan baku batu mulia Indonesia menjadi komoditas ekspor dalam bentuk mentah. Harganya pun dijual murah.
“Ketiga, masalah cutting atau pemotongan batu mulia belum sepenuhnya dikuasai oleh pengrajin batu mulia Indonesia,” kata dia.
Keempat, penerapan teknologi dengan penggunaan mesin dan peralatan yang modern dalam teknik proses produksi masih sangat minim karena keterbatasan modal investasi.
Kelima, mulai banyaknya bermunculan laboratorium gemology yang dimiliki oleh bangsa lain.
“Oleh karena itu, mengingat potensi dan peluang industri batu mulia di Indonesia yang sangat besar, perlu dilakukan upaya-upaya terobosan untuk meminimalisasi permasalahan yang dihadapi,” kata dia.
Sumber : depokraya.com
{[['']]}

Menteri Perindustrian Resmikan Asosiasi Batu Akik

Menteri Perindustrian Saleh Husin meresmikan pendirian Asosiasi Batu Mulia Indonesia (ABAMI). Pasalnya, industri batu mulia (akik) di Indonesia sudah mulai mendapatkan tempat di negara sendiri, ditandai dengan marak dan tumbuhnya masyarakat penggemar batu mulia.

Saleh mengatakan, kondisi ini harus terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan dan dikembangkan sehingga batu mulia asal Indonesia dapat diterima di dunia internasional, karena industri batu mulia Indonesia dinilai memiliki kemampuan untuk lebih dikembangkan dan ditingkatkan produksinya.

“Maka, untuk dapat meningkatkan tujuan tersebut yang sejalan dengan visi ABAMI, yaitu menjadikan batu mulia sebagai komoditas unggulan Indonesia dan disegani secara internasional, adalah cita-cita mulia yang perlu kita dukung dan wujudkan bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5)

Menurutnya, hampir semua provinsi di Indonesia memiliki sumber bahan batu mulia dan memiliki produk yang khas sesuai daerah masing-masing. “Batu mulia telah mengakar dalam budaya kita sejak dulu, dengan jumlah penduduk kita yang banyak, kita memiliki pasar yang besar,” kata Menperin.

“Pemakaian perhiasan yang dirangkai dengan ragam batu mulia oleh masyarakat, baik dari kalangan bawah, menengah hingga atas, baik dari anak-anak maupun dewasa, khususnya wanita yang tidak dapat terlepas dalam kesehariannya sebagai bagian dari life style,” kata Saleh.

Kegiatan usaha perhiasan di Indonesia semakin berkembang. Kemenperin mencatat, saat ini, jumlah perusahaan yang bergerak pada industri perhiasan mencapai 36.636 unit dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 332.802 orang dengan nilai produksi sebesar Rp 11,15 triliun.

“Potensi yang begitu besar ini dapat membantu industri batu mulia Indonesia terus meningkat,” tegas Menperin.

Bahkan dengan kondisi ekonomi dunia saat ini, tidak berpengaruh besar terhadap permintaan ekspor perhiasan di Indonesia. Itu terlihat dari nilai ekspor perhiasan dan permata sebagai komoditi yang terus memberikan nilai positif pada nilai ekspor non migas setiap bulannya.

Pilihan Redaksi

    Menteri Perindustrian Bermimpi Manufaktur Tumbuh 6,8% di 2015
    Kisruh Bandara Banjarmasin Usai, Bisnis Batu Akik Terdongkrak
    Menteri Saleh Minta AHM Genjot Ekspor Hingga 100 Ribu Unit

Pada Maret 2015, nilai ekspor perhiasan dan permata mencapai US$ 538,4 juta atau meningkat sebesar 24,15 persen dibandingkan Februari 2015.


Tantangan Industri Batu Akik

Namun, dalam perkembangannya, industri batu mulia di Indonesia masih dihadapkan dengan beberapa tantangan dan permasalahan. Pertama, batu mulia Indonesia belum diakui oleh dunia internasional, disebabkan belum adanya lembaga sertifikasi perhiasan di Indonesia yang diakui oleh dunia internasional. Akibatnya, nilai jual batu mulia Indonesia menjadi tidak kompetitif.

Kemudian, cadangan bahan baku batu mulia Indonesia diekspor dalam bentuk mentahan dengan harga murah. Hal itu ditambah masalah cutting atau pemotongan batu mulia belum sepenuhnya dikuasai olen pengrajin batu mulia Indonesia.

Selain itu, terkait penerapan teknologi dengan penggunaan mesin dan peralatan yang modern dalam teknik proses produksi masih sangat minim karena keterbatasan modal investasi. Lebih lanjut, mulai banyak bermunculannya laboratorium gemology yang dimiliki oleh bangsa lain juga menjadi tantangan.

“Saya berharap, dibentuknya Asosiasi Batu Mulia Indonesia dapat menjadi partner semua kementerian terkait untuk memetakan potensi batu mulia. Selain itu juga dapat membuat strategi yang komprehensif dalam industri batu mulia sehingga setiap pemangku kepentingan memahami perannya masing-masing,” jelasnya.
Sumber : cnnindonesia.com
{[['']]}

Batu Kristal Ungu di Prambanan Jenis Geode

Batu kristal ungu lavender yang ditemukan oleh warga di Dusun Nawung, kelurahan Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, DIY, diduga batu jenis Geode.

"Kemungkinan Geode. Batuan itu mirip distalaktit dan stalakmit dalam gua tetapi tidak sama," kata dosen Geologi UPN Veteran, Bambang Prastistho saat dihubungi melalui telefon genggamnya, Kamis (4/6/2015).

Dijelaskannya, proses terbentuknya batu berongga dengan struktur kristal yang ada di dalamnya berawal dari air tanah yang mengandung cairan silika (SiO2), dan menguap dalam beberapa waktu.

Proses terbentuknya mirip dengan batuan stalaktit dan stalakmit di dalam gua. Namun, karena luas ruang yang cukup besar maka terbentuk lancip ke bawah. Sementara untuk Geode yang ditemukan di Prambanan ruangnya terbatas sehingga bentuknya seperti yang ditemukan oleh Sayono.

"Untuk proses pembentukannya tidak sampai jutaan tahun, mungkin sekitar puluhan hingga ratusan tahun," jelasnya.

Saat disinggung mengenai warna ungu di dalam batu, Bambang menyebut itu terbentuk dari unsur tanah yang ada di sekitar lokasi penemuan batu.

"Air yang mengandung silika akan larut dan bercampur unsur dari dalam tanah," paparnya.

Menurutnya, batuan Geode juga beberapa kali ditemukan warga di daerah Kabupaten Kulonprogo, namun demikian proses pencariannya tidak mudah karena harus dibelah.

"Memang tidak mudah menemukannya, kalau tidak dibuka tidak akan kelihatan," tutup Bambang.
Sumber : okezone.com
{[['']]}

Raup Rp1,5 M, Bisnis Batu Bacan Asal Ambon Tembus Pasar Global

Bisnis batu bacan yang dijalankan seorang pemuda asal kota Ambon, Fadly Sabban, kini menembus pasar internasional. Mengawali bisnis batu bacan atas pesanan sejumlah teman dari India dan Jakarta.

Kini, bisnis batu bacan milik Fadly tidak hanya diburu pembeli   dari daerah-daerah di Indonesia, tapi juga menembus pasar  internasional seperti Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa. Omzet penjualan bisnis ini setiapnya bulannya bisa menyentuh angka Rp1,5 miliar. Fantastis!

Bisnis batu bacan asal Maluku Utara milik Fadly Sabban ini  berada di pusat kota Ambon, kawasan Tugu Trikora Ambon. Saat ini, tempat usaha bisnis  batu bacan Fadly tidak pernah sepi dan selalu dikunjungi pembeli, baik dari Maluku maupun  daerah-daerah lainnya di Indonesia, termasuk wisatawan asing. Di lokasi ini, bisa ditemukan beragam koleksi cincin batu bacan dan batu mulia lainnya, serta batu bacan mentah yang belum diolah menjadi batu cincin. Fadly, pria berusia 38 tahun  ini mengawali bisnis cincin batu bacan bersama istrinya pada 2007.

Kala itu, ada sejumlah rekannya dari India dan Jakarta mencari dan memesan batu bacan di Maluku Utara. Ia pun pergi bersama sang istri ke Pulau Bacan, Maluku Utara mencari batu bacan ini. Sejak itu, Fadly mengawali bisnis batu bacan. Kendati bernilai miliaran rupiah, ia mengaku bisnisnya sempat hampir guling tikar karena sepi pembeli. Baru lah pada 2011-2015 ini batu bacan mulai digemari warga dan langsung melesatkan bisnisnya.

Fadly menjelaskan, untuk membuat cincin dari batu bacan ini sangat mudah. Awalnya bongkahan batu bacan mentah yang sudah direndam dengan air kemudian dibersihkan kapurnya dan dipisahkan sesuai kualitasnya. Setelah itu, batu bacan dipotong dengan mesin gurinda sesuai kualitasnya, batu bacan tersebut kemudian dihaluskan lagi dengan menggunakan mesin gurinda hingga mengkilat.

Setelah itu, cincin batu bacan yang sudah mengkilat ini dipadukan dengan aksesoris yang rata-rata terbuat dari perak dan emas sehingga membuat harga cincin batu bacan di tempat ini sedikit mahal dibandingkan tempat lainnya. Di lokasi ini juga ditemukan beragam koleksi cincin batu bacan yang juga dijual batu bacan Doko serta batu bacan Palamea, Maluku Utara. Fadly menyatakan, batu bacan Doko dan cincinnya paling dicari kolektor penikmat barang antik, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Ini karena batu bacan Doko selain klaritinya bagus juga kepadatan batunya berbeda dengan batu mulia lainnya. Satu kilogram batu bacan Doko kualitas super per kilo rata-rata Rp200 juta hingga Rp300 juta," ujar Fadly.

Sedangkan dalam bentuk cincin, satu buah cicin berkualitas terbaik harganya mulai dari Rp50 juta hingga Rp150 juta. Tingginya harga batu bacan Doko dan cincinnya karena saat ini bahan bakunya semakin langka, sementara banyak warga ingin membelinya.

Fadly menyatakan, saat ini banyak permintaan batu bacan dan cincinnya dari sejumlah daerah di Indonesia seperti  Sulawesi, Pulau Jawa, dan Pulau Sumatera. Tingginya permintaan membuat ia membuka sebuah tempat usaha di Makassar, Sulawesi.

Batu bacan mentah dan cincinnya kini juga menembus pasar internasional seperti Tiongkok, Malaysia, India, Arab Saudi, dan  sejumlah negara di Eropa. Setiap bulan, Fadly membeli bongkahan batu bacan senilai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar. Adapun dari pembelian itu, omzet hasil penjualan tiap bulannya berkisar Rp1,5 miliar.

Demi mengatasi tingginya permintaan pembeli, Fadly kini mempekerjakan sepuluh orang tenaga kerja dibandingkan dua tahun sebelumnya yang hanya mempunyai tiga orang tenaga  kerja. Para pembeli umummya tertarik menggunakan cincin batu bacan karena dipercaya bisa mendatangkan keuntungan bagi pemakainya seperti menambah kewibawaan. Meski menggiurkan, Fadly mengakui bisnis batu bacan juga mempunyai risiko tinggi karena bongkahan batu bacan yang dibeli ada yang rusak pada bagian dalamnya sehingga kualitasnya buruk dan tidak bisa dijual lagi.
Sumber : metrotvnews.com
{[['']]}

DEMAM BATU AKIK, Penjualan Batu Bacan Di Ambon Marak

Penjualan batu bacan di Kota Ambon, Provinsi Maluku belakangan ini yang dilakukan pedagang musiman mulai marak sebab menarik perhatian masyarakat.

Maraknya kegiatan transaksi batu yang satu ini terlihat dari aksi pedagang musiman yang menempati lorong Pala di kawasan Pusat Kota Ambon kiri dan kanan jalan tersebut.

Pantauan yang dilakukan di kawasan itu, Sabtu, terlihat banyak pembeli yang tertarik untuk membeli batu yang belum dioleh menjadi batu hiasan cincin atau bentuk lainnya, sebab hanya dengan Rp100.000/bongkah (ukuran 4cm x 4cm) sudah bisa membelinya.

"Kalau ukuran ini, abang potong dengan baik maka bisa menghasilkan enam buah batu cincin, banyak orang membeli yang masih bentuk batu sebab di Ambon sudah ada tukang potong sekaligus mengosoknya menjadi berbagai macan ukuran cincin tergantung selera," kata Rahman pedagang yang menempati lorong pala tersebut.

Anda beli batu ukuran 4cm x 4cm tidak rugi sebab bisa menghasilkan enam batu cincin, walaupun harga sekali potong Rp50.000, kalau dijadikan enam maka Rp300.000, kemudian harga gosokan Rp50.000 ditambah Rp300.000, dengan demikian dengan biaya Rp700.000 sudah bisa memiliki 6 batu cincin.

"Dari pada membeli batu cincin yang sudah jadi dengan harga bermacam-macam tergantung ukuran dan corak mulai dari Rp500.000 hingga Rp10 juta unit," katanya.

"Saya sudah berjualan sejak 2 bulan yang lalu dan meraup keuntungan yang cukup menggembirakan, dalam sehari batu yang terjual baik masih bentuk batu maupun hiasan bisa mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta."

Rahman menjelaskan kurang lebih ada 10 macam batu bacan ini sebab semua kampung di Pulau Bacan ada memiliki batu tersebut, kemudian ada juga yang berasal dari Pulau Obi, dan Loloda.

"Bahkan batu bacan asal Desa Doko dan Palemea selama ini dinilai sangat mujarap sebab bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit diantaranya darah tinggi dan asam urat," ujarnya. Selain itu ada keunikannya yakni menarik hati lawan jenis yang memandangnya.

Sama halnya dengan batu jahanam asal Loloda yang memiliki khasiat sama dengan batu bacan. Dia menambahkan kalau batu bacan yang sudah menjadi kristal harganya lebih mahal lagi, terutama yang sudah di asah menjadi batu cincin harganya bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta tergantung ukurannya.

Sumber : bisnis.com
{[['']]}

Tiga Bersaudara Gemologist Indonesia

Tiga gemologist Indonesia di laboratorium. Dari kiri, Leticia Paramita, Sumarni Paramita, dan Delfina Paramita.
Gemologist termasuk profesi langka. Di Indonesia, jumlah ilmuwan batu mulia bersertifikat itu bisa dihitung dengan jari. Di antara yang sedikit tersebut, ada tiga putri Mahardi Paramita, gemologist legendaris yang sudah tutup usia pada 2009. Bagaimana liku-liku profesi itu?
RUANG tunggu Adamas Gemological Laboratory tampak penuh. Tujuh orang duduk di kursi, satu orang berdiri di pojok ruang seluas 3 x 3 meter itu. ’’Kami lagi antre diperiksa, dokternya di dalam,’’ ujar salah seorang di antara mereka. Mimik tegang tergambar di wajah orang-orang tersebut. Maklum, mereka tengah menunggu hasil diagnosis dari ’’dokter’’.

Tapi, bukan penyakit yang diperiksa sang ’’dokter’’, melainkan batu mulia yang mereka bawa. ’’Dokter’’ yang memeriksa pun bukan sembarang dokter, melainkan gemologist atau ahli batu mulia. Jika hasil diagnosis menyatakan batu mulia yang didiagnosis asli, mereka bisa pulang dengan wajah lega. Sebaliknya, jika batu mulia itu dinyatakan palsu atau sintetis, siap-siap saja mereka menanggung kecewa.

Sumarni Paramita, gemologist senior di Adamas Gemological Laboratory, mengatakan bahwa berdasar tren hasil tes, 40–50 persen batu mulia yang dibawa klien ke laboratorium diketahui palsu. Padahal, banyak di antara batu mulia itu dibeli dengan harga jutaan rupiah, pemberian atau hadiah, hingga warisan orang tua.

’’Karena itu, gemologist punya peran vital untuk menyetop siklus peredaran batu mulia palsu,’’ ujarnya saat ditemui Jawa Pos di kantor Adamas Gemological Laboratory, kompleks Harmoni Plaza, Jakarta Pusat, Senin (30/3).

Sumarni adalah putri sulung Mahardi Paramita. Bersama dua adiknya, Leticia Paramita dan Delfina Paramita, dia mengelola Adamas Gemological Laboratory yang didirikan ayahnya pada 1983 serta Institute Gemology Paramita yang mulai dibuka pada 1989.

Sepeninggal sang ayah, Sumarni menjadi salah seorang gemologist paling senior dan berpengalaman di Indonesia. Sejak kecil, perempuan berusia 42 tahun itu sebenarnya familier dengan dunia batu mulia. Neneknya, Khema Gunawati, berdagang batu mulia mulai 1970-an. Usaha itu lantas dilanjutkan ayahnya, Mahardi. Namun, setelah meraih gelar sarjana dari Hawaii University dan gelar graduate gemologist dari Gemological Institute of America (GIA) pada 1981, Mahardi fokus pada pengembangan laboratorium dan institusi pendidikan gemologi di Indonesia.

Sumarni mulai aktif menggeluti dunia batu mulia pada 1990, saat usianya masih 17 tahun. Awalnya dia mengaku sekadar ingin membantu ayahnya yang kerepotan mengelola laboratorium dan institut sekaligus. ”Setelah serius menggeluti, saya jadi tertarik. Sebab, ini profesi unik dan menantang,” katanya.

Selain belajar langsung dari sang ayah, pada 1994 Sumarni membekali diri dengan pendidikan formal di dua sekolah gemologi sekaligus, yakni GIA dan Asian Institute of Gemological Science (AIGS). Keduanya memiliki kampus di Bangkok, Thailand. Biaya pendidikan di dua sekolah ternama itu tidak murah, sekitar USD 20 ribu atau Rp 260 juta (kurs Rp 13.000 per 1 USD).

Menurut Sumarni, industri batu mulia Thailand memang jauh lebih maju daripada Indonesia. Bahkan, Bangkok kini menjadi pusat perdagangan batu permata dunia. Bangkok hanya kalah oleh Hongkong yang menjadi pusat perdagangan berlian dunia. ”Dibanding Thailand, industri batu mulia kita tertinggal 30 tahun,” jelas dia.

Selain dari sisi perdagangan, Indonesia kalah dari sisi ilmuwan atau gemologist. Apalagi, jumlah gemologist bersertifikat di Indonesia masih sedikit. Itu pula yang mendorong pengembangan Institute Gemology Paramita. Meski pelajaran yang diberikan tidak sekomprehensif di GIA dan AIGS yang membutuhkan waktu belajar intensif hingga delapan bulan, Institute Gemology Paramita setidaknya bisa memberikan pengetahuan dasar bagi para pedagang dan pencinta batu mulia untuk mengenali barang asli atau palsu.

Ada empat jenis utama batu mulia dengan grade atau tingkat tertinggi, yakni berlian, ruby, sapphire, dan emerald. Sumarni mengatakan, mempelajari berlian lebih rumit daripada batu permata lainnya. Misalnya, untuk pengetahuan dasar tentang berlian, dibutuhkan sepuluh kali pertemuan perkuliahan, masing-masing tiga jam, untuk mempelajari faktor 4C. Yakni clarity (kejernihan), color (warna), cut (potongan), dan carat (karat). Pengetahuan dasar itu juga menjadi metode penentuan berlian asli atau palsu. Sedangkan untuk mempelajari batu permata seperti ruby, sapphire, dan emerald, dibutuhkan dalam tiga kali pertemuan, masing-masing tiga jam.

Menurut Sumarni, seiring majunya teknologi, proses identifikasi batu permata juga kian sulit karena makin banyak batu permata sintetis yang mirip sekali dengan aslinya. Misalnya, dengan penambahan serat batu, yang palsu terlihat seperti batu asli. Apalagi, banyak beredar batu palsu yang mengalami proses treatment di laboratorium untuk meningkatkan kualitasnya. ”Jenis batu aspal (asli tapi palsu) ini sulit diidentifikasi,” ujarnya.

Identifikasi batu sintetis bisa dilakukan dengan alat sederhana seperti lup atau kaca pembesar dan lampu sorot. Namun, untuk batu sintetis yang diolah di laboratorium atau batu ”aspal”, identifikasi dengan alat-alat standar tidak akan cukup. Itulah yang membuat batu-batu palsu kian beredar, bahkan di kalangan pedagang atau kolektor.

Karena itu, dibutuhkan alat-alat diagnosis yang lebih canggih. Contohnya, monochromatic light, fiber optic light, dichroscope, specific gravity balance, cairan specific grafity, hingga alat canggih terbaru semacam UV-VIS-NIR spectrophotometer dan fourier transform infrared spectrophotometer (FTIR) yang harganya miliaran rupiah.

Dengan alat-alat canggih itulah, proses identifikasi batu bisa mencapai tingkat keakuratan sangat tinggi. Sumarni menyebutkan, sehebat-hebatnya batu sintetis atau batu permata asli tapi palsu yang dipoles di laboratorium, tetap akan ada cacat yang bisa dilihat. ”Sebab, yang asli terbentuk ribuan tahun di alam, sedangkan yang palsu hanya dibentuk beberapa hari di laboratorium,” katanya.

Meski secara tren diketahui ada 40–50 persen batu permata palsu yang ditemukan melalui identifikasi di laboratorium, persentase itu bisa melonjak. Misalnya, saat Jawa Pos diajak masuk ke laboratoium Adamas, ada enam batu permata yang baru saja selesai diidentifikasi. Hasilnya, lima batu dinyatakan palsu atau sintetis, sedangkan satu batu dinyatakan asli tapi sudah mengalami proses pemolesan alias ”aspal”.

Untuk batu-batu yang diketahui palsu, gemologist akan mengeluarkan memo atau catatan hasil cek laboratorium. Namun, jika hasilnya dinyatakan asli, pemilik batu bisa meminta memo atau sertifikat keaslian.

Biaya yang harus dikeluarkan pemilik untuk memeriksakan batu permatanya beragam, mulai Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah, bergantung jenis, berat, serta tingkat kerumitan. Sumarni mengungkapkan, dengan alat-alat canggih yang dimiliki laboratorium milik keluarganya, proses identifikasi batu hanya memakan waktu sekitar 30 menit. ”Tapi, kalau agak rumit, bisa sampai tiga jam,” ujarnya.

Sumarni mengatakan, sepanjang 25 tahun karirnya sebagai gemologist, rekor batu permata yang pernah ditelitinya adalah berlian 40 karat milik kolektor dari Jakarta. Meski dia tidak menanyakan harga kepada si pemilik, nilai berlian dengan spesifikasi tersebut bisa lebih dari Rp 2 miliar. Sebagai gemologist, Sumarni memang tidak pernah bertanya kepada klien tentang harga batu permata milik mereka ataupun asal usulnya. ’’Tapi, kadang ada juga klien yang cerita-cerita sendiri,” ujarnya.

Di Adamas Gemological Laboratory dan Institute Gemology Paramita, Sumarni dibantu dua orang adiknya, Leticia Paramita, 36, dan Delfina Paramita, 35. Keduanya juga lulusan GIA di Bangkok.

Leticia mengakui, ketertarikan masyarakat pada gemologi makin besar. Itu terlihat dari kian banyaknya masyarakat yang mendatangi laboratorium gemologi. Selain Adamas yang menjadi pionir, saat ini mulai bermunculan laboratorium gemologi di Jakarta dan beberapa kota besar lain. ”Murid kami beragam, mulai pedagang batu permata, kolektor, pegawai pegadaian, bahkan ada beberapa yang dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Rusia,” tutur dia.

Menurut Leticia, ilmu gemologi juga terus berkembang. Karena itu, dia selalu menyempatkan ikut konferensi atau seminar tentang batu permata di berbagai negara seperti Tiongkok dan Thailand, termasuk pendidikan lanjutan workshop advance gemology di GIA Diamond Cut Grading System for Round Brilliant Diamonds di Hongkong. Juga, advanced techniques in gemology di Jepang.

Delfina menambahkan, booming batu akik dalam tiga tahun terakhir membuat minat masyarakat untuk belajar gemologi kian tinggi. Bahkan, kini banyak pemerintah daerah penghasil batu akik yang menyekolahkan pegawai dinas pertambangan dan energi di daerahnya. ”Batu akik kan masuk kategori batu mulia,” ujar gemologist yang memiliki spesialisasi bidang desain perhiasan tersebut.

Sumarni mengakui, ilmu tentang batu akik sebenarnya sudah ada dalam materi-materi pelajaran gemologi. Namun, kini dia harus belajar lagi mengenali jenis-jenis batu akik yang memiliki beragam nama sesuai daerah asalnya. Sebab, makin banyak masyarakat dari berbagai daerah yang ingin mengetahui keaslian batu akik karena harganya juga mencapai jutaan rupiah. Bahkan, saat ini sekitar 30 persen batu yang masuk ke Adamas Gemological Laboratory adalah batu akik. Sedangkan 70 persen lainnya jenis berlian, ruby, sapphire, dan emerald. ’’Booming batu akik ini jadi berkah bagi kami, makin laris,’’ katanya, lantas tertawa.
{[['']]}

Karier Menjanjikan Pengamat Batu Permata

Di Thailand, gaji seorang gemologis sekitar USD 2.000 sampai USD 3.000 perbulan. Pengamat batu permata atau gemologis belum terlalu dikenal di Indonesia. Jumlahnya pun tidak lebih dari 20 orang di Indonesia.

Padahal profesi ini sangat menjanjikan untuk kurun waktu setidaknya 10 tahun mendatang. Terlebih batu akik dalam 2 tahun terakhir sangat populer di kota-kota besar sampai pedesaan.

Gemologis dari GRI-Lab Adam Harits berbagi cerita soal profesinya. Ditemui suara.com di laboratorium milik Adam dan beberapa temannya di Jalan Batu Ceper No.4, Jakarta Pusat akhir pekan lalu, Adam bercerita cara untuk menjadi pengamat batu permata yang handal.

"Pengamat batu sejak 1920-an sudah ada. Di Indonesia dari 20 tahun lalu ada. Tapi Saat itu batuan belum booming," jelas dia.

Di dunia, setidaknya ada 11 sekolah batu. Di antaranya di Kanada, Amerika Serikat, Afrika, Swiss, dan Thailand. Adam sendiri lulusan Gemological Institute of America (GIA) di Bangkok, Thailand.

Dia memilih sekolah batu di Thailand karena di sana merupakan pusat batu permata. Menurutnya, dunia berpatokan ilmu bebatuan permata dari Thailand.

"Bahkan di sana yang sekolah ada orang Amerika. Kata dia, di Thailand banyak temui batu. Di Amerika sulit. Di Indonesia bukan tidak mungkin lebih hebat dari Thailand," kata dia.

Adam menjelaskan di Indonesia hanya ada 1 sekolah gemologi, yaitu Institute Gemology Paramita (IGP) di Jakarta. Sementara Lab gemologi pertama di Indonesia juga milik sekolah itu, Adamas Gemological Laboratory (AGL).

Kata Adam, pemerintah Indonesia belum terlalu peduli dengan potensi pendidikan batu permata. Tidak di seperti Thailand. Di sana, gemologis menjadi pekerjaan yang sangat menjanjikan.

Adam menjelaskan untuk sekolah gemologi hanya 7 bulan. Di sana diajarkan berbagai ilmu untuk mengamati bebatuan. Namun dia mengatakan sekolah batu selama 7 bulan itu tidak cukup. Butuh banyak terjun ke lapangan agar gemologis menjadi yang terbaik.

"Jadi gemologis itu nggak sekadar lulus sekolah, lulus sekolah cuma basic. Pelajar utama ada di market. Sekolah cuma 30 persen aja," papar Adam.

"Selama 7 bulan sekolah, tapi materi yang dipelajari 3 tahun dipadati selama 7 bulan. Tiap minggu ada ujian. Kalau 3 minggu pertama nilainya di bawah 75, di-DO (drop out). Nggak bisa ikut on campus program. Itu ketatnya. Sehati tugas 3 sampai 4 buku," jelasnya.

Berapa gaji gemologis?

Tidak ada yang pasti berapa gaji gemologis, begitu kata Adam saat ditanya. Sebab masing-masing lab gemoloogi mempunyai standar sendiri. Namun kata dia di Thailand, gaji seorang gemologis sekitar USD 2.000 sampai USD 3.000 perbulan. Itu setara Rp 37 juta perbulan.

"Kalau di sini (GRI-Lab) Rp 10 - Rp 15 juta perbulan saat ini," kata Adam.

Kata dia, gemologis sebagai profesi yang menjanjikan di Indonesia. Terlebih untuk saat ini dengan jumlah gemologis sedikit, maka akan banyak dicari oleh lab gemologi. Terlebi gemologis dihargai dan dianggap profesi yang istimewa.

"Kita dihargai, dianggap istimewa karena tahu bebatuan permata. Jadi ini profesi yang menjanjikan," jelas dia.
{[['']]}

Batu Bungur dari Tanjung Bintang

Jangan mengaku orang Lampung kalau tidak mengenal batu cincin bungur dan anggur api. Dua batu akik ini berasal dari Tanjung Bintang, Lampung Selatan, dan Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Kedua batu cincin ini memiliki ciri khas sendiri. Batu bungur warnanya bening bercahaya, konon batu tersebut tergolong kelas batu mulia tingkat dunia. Harganya pun bervariasi mulai dari kisaran Rp 50 juta sampai yang paling murah Rp 500.000.
Menurut Ekowato (25), salah satu penjual batu cincin di Bandar Lampung, batu bungur Tanjung Bintang sukar diolah. "Meski bongkahan awalnya besar, tapi yang jadi hanya kecil saja. Selain itu, dalam prosesnya kerap gagal dibentuk dan terkadang hasilnya tidak maksimal," kata dia, Rabu (11/2/2015).
Selain itu, batu bungur juga belakangan mulai sulit ditemukan di alam. Atas alasan itulah, batu cincin asal Lampung Selatan itu memiliki harga yang istimewa. "Kolektor dunia asal China sangat berminat dengan jenis batu akik itu," kata Ekowato, di sela-sela pameran batu akik yang digelar di Lampung.
Sementara batu anggur api berwarna putih. Pada bagian dalamnya menyerupai cangkang telur, dan jika disinari cahaya akan terlihat lidah api yang menarik. Belakangan, batu cincin asal Way Kanan ini menjadi terkenal setelah Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menggunakan aksesori itu dalam setiap acara-acara penting.
Harga yang ditawarkan pun mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 16 juta, tergantung ukuran batu yang diinginkan pembeli.
Pameran batu akik yang dilaksanakan dari tanggal 9-15 Februari 2015 di salah satu mal di Lampung ini menarik perhatian pengunjung, khususnya kaum laki-laki. Tampak mereka begitu menikmati keindahan batu yang dipajang di sejumlah stan. Ada pula yang menyaksikan bongkahan batu yang belum diolah.
Salah satunya yaitu M Tio Aliansyah (37), seorang Komisioner KPU Lampung, yang ditemui di tengah pameran batu akik itu. Dia mengaku memiliki dua jenis batu cincin asal Lampung. Menurut dia, menjadi satu kebanggaan tersendiri memiliki dua jenis batu tersebut. "Jangan ngaku orang Lampung deh kalau tidak punya koleksi dua batu itu," ujar dia.
Menurut Tio, dalam pertemuan dan kegiatan KPU berskala nasional mereka kerap bertukar suvenir batu tersebut.
{[['']]}

Waspadai Bahaya di Balik Pesona Batu Akik

Demam Batu Akik tengah melanda seluruh kalangan masyarakat.  Hampir di seluruh penjuru, orang membicarakan jenis batu-batuan yang memang mempunyai keindahan instrinsiknya. Tidak hanya kaum Adam yang menggilai bebatuan mulia ini, karena kaum Hawa juga mulai ikut-ikutan memburu batu-batuan. Kondisi tersebut membuat harga batu mulia tersebut melambung tinggi. Selain itu, demam batu akik membuat penjual batu akik dan jasa poles batu Akik banyak bermunculan bak jamur di musim penghujan.

Fenomena tersebut memang cukup mengagumkan sekaligus menggelikan, bagaimana tidak, demi kegilaannya dengan batu akik, sebagian orang rela mengeluarkan ratusan bahkan milyaran. Bahkan banyak orang rela menghabiskan waktu dan tenaganya untuk berkumpul menyaksikan penjual batu akik yang hampir terdapat di tempat-tempat umum. Tak  bisa dipungkiri, batu akik memang memiliki warna dan bentuk yang indah. Namun dibalik pesona keindahan Batu Akik, ternyata ada banyak bahaya yang mengintai loh. Mau tahu? Simak bahaya yang mengintai dibalik pesona batu akik berikut ini :

1. Membahayakan Kesehatan Paru-Paru
Bagi Pengrajin dan pemoles Batu akik, moment demam batu akik memang sangat menguntungkan. Namun mereka harus tetap memperhatikan kesehatannya, terutama ketika memotong dan menghaluskan batu, karena debu/butiran halus yang dihasilkan oleh batu tersebut berpotensi membahayakan kesehatan paru-paru. (Fakta aneh tapi nyata dari Batu Akik)
Begitupun bagi Anda penggemar batu akik yang sering mengabaikan kesehatannya ketika berdekatan atau melihat langsung aktivitas para pengrajin/pemoles batu akik. Demi kesehatan Anda, ada baiknya jika Anda menggunakan piranti pengamanan yang baik, misalnya : masker, sarung tangan, alat penutup telinga,  kaca mata, dan lain sebagainya.

2. Berpotensi Menyebabkan Bencana Longsor
Meningkatnya permintaan akan bebatuan alam ini dapat menimbulkan masalah lingkungan. Bagaimana tidak, pertambangan batu-batuan alam yang terus-menerus tentu berpotensi melemahkan struktur pertanahan dan memicu longsor. Untuk mengatasinya, Pemerintah harus melakukan upaya pencegahan, misalnya : menetapkan aturan tegas pada penambang batu akik, menyediakan tenaga ahli untuk mendampingi, sanksi tegas bagi penambang bebatuan ilegal yang merusak lingkungan, dan lain sebagainya.

3. Memunculkan Penyakit Pamer dan Sombong
Harga Batu Akik yang melambung membuat sebagian orang bersaing untuk menunjukkan bahwa dialah yang terkaya dengan memamerkan bebatuan mahal yang dikenakannya. Bagi orang yang memiliki batu dengan nilai jual yang tinggi, mereka tak segan-segan lagi meremehkan atau menghina pemilik bebatuan yang harganya murah.   Kesombongan tersebut dapat memicu kecemburuan sosial.

4. Terjerumus pada Kemusyrikan
 Sebagian pengguna batu akik mempercayai dan meyakini bahwa ada jenis bebatuan yang memiliki kelebihan dan mendatangkan keberuntungan bagi pemakainya. Itulah yang sangat dikhawatirkan oleh pemuka agama islam, karena tindakan tersebut mengarah pada kemusyrikan. Ingat, batu akik hanyalah sejenis batu mulia yang memiliki kelebihan dari bentuk maupun warnanya yang indah, tidak lebih dari itu.
Semoga informasi tentang Bahaya yang Mengintai Di Balik Pesona Batu Akik diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua.
{[['']]}

Menguak Pantai Keramat Berhampar Jutaan Batu Akik

Fenomena batu akik tak pernah padam meskipun sudah tak terhitung jenis batu akik apa saja yang ditelah ditemukan dan diperkenalkan kepada pecinta batu akik Indonesia.

Pecinta batu akik bahkan rela menempus hutan nan lebat, gunung tinggi bahkan ke dalam tanah hanya demi mendapatkan batu akik jenis baru.

Mungkin para pecinta batu akik tak pernah menyangka, bahwa ternyata di ada sebuah pantai di Indonesia yang nyaris seluruh bentangan pantainya terhampar batu akik berwarna cantik.

Tapi tunggu dulu, bagi Anda yang penasaran dengan pantai ini, jangan terburu-buru ingin berburu batu akik. Konon, pantai itu sangat dikeramatkan. Sebab itulah tak ada yang berani mengambil batu akik di sana.

Pantai keramat berhampar batu akik itu bernama Ujuang Tanjuang. Secara administrasi masuk dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tepatnya di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Muaro Sakai.

Untuk mencapai Pantai Ujuang Tanjuang bukan perjalanannya mudah dan singkat. Untuk sampai pantai itu dibutuhkan 10 jam dengan jalan darat dari Padang.

Sedangkan, jika ingin tiba lebih cepat, kebanyakan masyarakat menempuh jalur laut.  Dengan menumpangi kapal nelayan, hanya dibutuhkan waktu sekitar lima jam saja dari Pelabuhan Panasahan di Kecamatan Painan, ibu kota Kabupaten Pesisir Selatan.

Belum jua perahu di sandarkan di daratan, dari kejauhan ribuan dan mungkin jutaan batu akik terlihat terhampar berserakan di antara pasir dan tumbuhan liar di pantai itu.

Saking banyaknya batu akik di pantai ini, kebanyakan mereka yang datang akan merasa bingung memilih batu akik mana yang menurut mereka bagus dan sesuai dengan selera.

Batu akik di pantai ini sangat jarang diambil orang, selain karena lokasinya jauh, konon pantai itu dihuni berbagai makhluk gaib, sehingga untuk mendapatkan batu akik di tempat itu hanyalah mereka yang benar-benar berniat baik dan ikhlas saja.

Erman, salah satu pemburu batu akik Ujuang Tanjuang menuturkan, batu akik di ujuang tanjuang ini sebenar sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

"Tidak ada yang tahu batu akik itu datang dari mana, yang pasti jika pasang naik dan gelombang besar maka jumlahnya makin bertambah. Anehnya, hamparan batu akik ini cuma ada di sepanjang Pantai Ujuang Tanjuang saja," kata Erman.

Jika ingin mendapatkan batu akik biasa, silakan Anda memilih dan mengambil yang berserakan di pantai. Tapi jika berkeinginan memiliki batu akik yang memiliki kekuatan gaib. "Niatkan dalam hati jika berjodoh batu akik itu akan muncul di tangan," kata Erman.

Berbagai jenis batu akik terdapat di pantai itu, mulai dari batu akik jenis Limau Manih, Cimpago, Kecubung, Sulaiman, Lumuik Tapan, Lumuik Lunang dan juga Lavender.

"Semuanya tembus jika disinari dengan senter, juga terdapat batu yang bermotif aneka bentuk mulai dari Tapak Jalak, Panca Warna, Pancar, dan lainnya," kata Erman.

Yang pasti di sepanjang pantai barat Sumatera, hanya di Pantai Ujuang Tanjuang lah yang terdapat batu akik.
{[['']]}

Akik Belum Diakui Internasional sebagai Batu Mulia

 Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi industri batu mulia alias batu akik di Indonesia. Salah satunya, belum diakuinya akik sebagai batu mulia oleh dunia internasional.

Belum diakuinya akik sebagai batu mulia, kata Menteri Perindustrian Saleh Husin, di Jakarta dalam keterangan tertulisnya, karena Indonesia tak punya lembaga sertifikasi perhiasan. Akibatnya, nilai jual batu mulia Indonesia menjadi tidak kompetitif.

Tantangan yang kedua adalah cadangan bahan baku batu mulia Indonesia menjadi komoditas ekspor dalam bentuk mentah. Harganya pun dijual murah.

"Ketiga, masalah cutting atau pemotongan batu mulia belum sepenuhnya dikuasai oleh pengrajin batu mulia Indonesia," kata dia.

Keempat, penerapan teknologi dengan penggunaan mesin dan peralatan yang modern dalam teknik proses produksi masih sangat minim karena keterbatasan modal investasi.

Kelima, mulai banyaknya bermunculan laboratorium gemology yang dimiliki oleh bangsa lain.

"Oleh karena itu, mengingat potensi dan peluang industri batu mulia di Indonesia yang sangat besar, perlu dilakukan upaya-upaya terobosan untuk meminimalisasi permasalahan yang dihadapi," kata dia.

Beberapa langkah-langkah yang dilakukan Kementerian Perindustrian adalah sebagai berikut.

1. Membentuk lembaga sertifikasi yang terstandar secara internasional sehingga dapat menerbitkan sertifikat batu mulia Indonesia yang diakui oleh dunia internasional.

2. Pelatihan dalam rangka peningkatan kemampuan sumber daya manusia baik di bidang desain, cutting (pemotongan) batu mulia, serta penerapan teknologi terkini

3. Membuat kajian mendalam tentang potensi batu mulia Indonesia sehingga masyarakat dunia dapat lebih mengenal dan memahami batu mulia asal Indonesia.

Sementara itu, lanjut Saleh, lewat Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, pihaknya memberikan berbagai macam insentif untuk menumbuhkan batu mulia, seperti memberikan bantuan mesin dan peralatan pada sentra-sentra batu mulia, memberikan pelatihan peningkatan SDM, memberikan pendampingan tenaga ahli di bidang desain dan cutting (pemotongan), dan memberikan fasilitasi pameran baik di dalam maupun di luar negeri.
Sumber : viva.co.id
{[['']]}

Fire Opal, Akik Wonogiri yang Mulai Mencuat dan Berharga Puluhan Juta Rupiah

Tren batu hias yang sedang melanda seluruh lapisan warga masyarakat, direspons oleh salah satu kawasan produsen batu mulia di tanah air. Kabupaten Wonogiri, Jateng sedang gencar mempromosikan batu mulia khas daerah pegunungan batu tersebut.

Batu itu adalah fire opal, jenis batu mulia yang masuk dalam kategori permata. Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, bertekad memasarkan batu mulia Wonogiri tersebut sebagai batu mulia khas Wonogiri.

Menurutnya selama ini banyak orang yang salah menilai fire opal yang dikira berasal dari Pacitan, karena digarap oleh para perajin batu dari Pacitan lalu dijual ke pengguna di berbagai yang diperkenalkan sebagai batu Pacitan.

"Pacitan tidak punya lahan yang di dalamnya mengandung batu fire opal. Batu tersebut hanya ditemukan di kawasan Kismantoro dan Tirtomoyo, keduanya di Wonogiri. Selama ini warga memang menjual temuan batu tersebut ke perajin di Pacitan. Sekarang kami akan mengelolanya sendiri. kami akan menunggangi gandrung batu ini secara positif," ujar Danar, Senin (23/2/2015).

Opal adalah batu mulia yang struktur bahan bakunya mampu menyebarkan cahaya. Batu fire opal atau di masa lalu sering disebut sebagai barjad api yang telah terasah sempurna mampu memantulkan sinar cahaya, sehingga terlihat hampir menyerupai nyala api (barjad api).

Ada banyak warna bebatuan opal, mulai dari jernih, putih, abu-abu, merah, jingga, kuning, hijau, biru, magenta, mawar, slat, zaitun, cokelat, dan hitam. Warna merah dan hitam disebut sebagai yang paling langka. Barjad Api dari Wonogiri adalah yang jenis merah, sehingga wajar saja kalau Danar Rahmanto sangat berambisi untuk memperkenalkannya ke seluruh dunia.

"Gandrung batu ini akan kami manfaatkan untuk memperkenalkan fire opal dari Wonogiri. Kami punya obsesi besar untuk mampu menjual potensi alam kami secara maksimal. Warga di daerah tandus yang alamnya sulit untuk bertani akan kami berdayakan untuk penggalian dan produksi perhiasan batu mulia ini," lanjutnya.

Danar mengakui selama ini penambangan batu mulia di tebing-tebing gunung cadas masih dilakukan warga secara tradisional. Danar bertekad akan segera mengeluarkan peraturan bupati (Perbup) yang mengatur tentang tambang tradisional. Dalam Perbup tersebut akan diatur mengenai lokasi tambang, pelaku penambangan, keselamatan kerja, hingga proses pemasarannya.

Selain itu Pemkab juga akan segera melakukan koordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melakukan komunikasi terkait penambangan. Hal itu dikarenakan dari penambangan yang dilakukan selama ini, diketahui sebagian lokasi yang mengandung urat batu fire opal berada di lahan milik Perhutani. Sedikit informasi, batu fire oval berkualitas baik dari Wonogiri ini berharga hingga puluhan juta rupiah.
Sumber : kompas.com
{[['']]}

Batu Akik Indonesia Ini Dikejar Pasar Internasional

Peminat batu akik, ternyata tak hanya di tanah air, beberapa negara di Asia bahkan benua lain pun banyak mengincar batu mulia asal Indonesia itu. Salah satu batu mulia yang menjadi andalan ekspor adalah batu Fire Opal dan Chalcedony asal pacitan.

Batu asal Pacitan, Jawa Timur ini, menurut Agus Irawan (32) adalah batu yang paling sering menjadi komoditas ekspor dan dicari oleh masyarakat Internasional. keunggulan Batu Pacitan ini adalah kualitas pemotongannya yang dinilainya terbaik di Indonesia.

"Untuk diekspor Fire Opal sama Calchedony dari Pacitan paling bagus, menurut saya itu batu Indonesia yang paling bagus secara penilaian batu, bukan dari segi harga. Karena merupakan salah satu batu Indonesia yang kualitas pemotongannya paling baik, dan itu hanya pada Fire Opal saja yang lain tidak bisa," katanya kepada Viva.co.id, Jumat 29 Mei 2015.

Dia menjelaskan, jika dibandingkan dengan batu Safir asal Afrika, hanya Fire Opal yang bisa menandingi kualitas pemotongannya untuk batu mulia yang ada di Indonesia. Bahkan, lanjutnya jika dibandingkan dengan batu Bacan, Fire Opal masih lebih bagus dari segi pemotongan.

"Ya itulah keunikan batu indonesia, masing-masing punya kelebihan tersendiri. Cuma yang memenuhi standar clarity cutting adalah Fire Opal, hanya masih mahal Bacan," ujarnya.

Fire Opal atau dikenal juga dengan Barjad Api identik dengan batu asal Meksiko dan Tanzania. Bahkan negara tersebut pernah mengklaim sebagai satu-satunya negara yang menghasilkan batu Fire Opal di dunia.

Namun belakangan, diketahui bahwa batu Fire Opal ternyata juga ditemukan di Indonesia, tepatnya di Pacitan yang bahkan kualitasnya jauh lebih bagus dibandingkan dengan Fire Opal asal Meksiko.

Untuk pemesanan, lanjut Iwan, Fire Opal adalah batu yang sering dijadikan primadona ekspor. Pasaran utamanya saat ini adalah ke Thailand, Singapura dan Taiwan.

Pemesanan ekspor pun beragam, baik yang suda dipoles maupun yang masih bongkahan batu. "Jadi ada juga yang bongkahan tergantung permintaan pasarannya," jelasnya.

Fire opal, lanjutnya, bisa ditemukan di gunung maupun di sungai. Untuk pasokan barang pun dia mengaku, telah bekerjasama dengan penambang di daerah pacitan jawa timur.

"Kalau untuk diekspor  Fire Opal itu harganya Rp3 juta sampai puluhan juta, pasarannya tergantung kualitas juga," tuturnya.

Sumber : viva.co.id
{[['']]}

Beberapa Daerah di Sulsel Penghasilan Batu Akik

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki batu akik yang berasal dari daerah tersebut. Tidak terkecuali dengan Sulawesi Selatan yang sejak lama telah menggemari dan mengoleksi batu mulia.

Berikut kami sarikan  4 Kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki batu akik khas :

Batu Akik Sisik Naga Khas Enrekang
Batu akik sisik naga merupakan salah satu jenis batu akik yang sedang populer saat ini.  Batu akik sisik naga atau septarian noudels berasal dari sebuah kawasan di hulu sungai di Kabupaten Enrekang. Keunikan sisik naga yang berasal dari Enrekang adalah lebih kaya corak.

Batu Akik Tondong Khas Pangkep
Kabupaten Pangkep yang memiliki bentang alam berupa pegunungan selain lautan juga memiliki batu akik yang dinamakan batu akik Tondong yang mengacu pada asal penambangan batuan ini yaitu wilayah Tondong Tallasa Pangkep.

Batu Akik Pinrang
Beberapa jenis batu mulia yang berasal dari penambangan di Kabupaten Pinrang seperti yang dimuat di website resmi DPRD Pinrang antara lain batu fosil sarang tawon, akik lumut hitam, akik lumut hijau (corak kembang), akik hitam totol putih, akik lumut putih, dan akik amber (motif sulaeman susu coklat) dari Kecamatan Patampanua.

Selain itu, di Kecamatan Duampanua juga memiliki batu mulia berupa akik amber serat coklat, akik serat lumut (merah hati ayam), akik hijau serat benang, akik amber motif kembang, akik jasper putih (serat hitam coklat), akik jasper hijau, akik amber panca warna, akik hitam serat renda putih, akik jasper hijau, akik jasmer merah, akik cempaka dan akik lumut hijau.

Dari Kecamatan Batu Lappa yaitu; akik teratai hitam, akik salu-saludung (motif urat), akik ati ayam, akik fosil kayu nangka, akik serat renda putih ayam, akik cempaka bening, akik malachite hijau, akik lumut kembang merah, kecubung es ungu dan putih, akik anggur putih, akik fosil kayu bitti, akik fosil kayu bambu dan akik cempaka kuning.

Serta dari Kecamatan Suppa, akik kembang teratai. Dan dari Kecamatan Lanrisang, akik fosil kayu lapis

Batu Akik Maros
Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Makassar–ibukota Provinsi Sulawesi Selatan ini memiliki batu akik jenis  batuan akik darah atau yang lebih dikenal dengan nama jasper. Batuan ini berasal dari desa Pattiro Deceng Camba.

Selain itu juga terdapat jenis  batu Calcedony hitam dari kampung Kacici Desa Toddo’ limayya, Tompobulu dan beberapa jenis fosil yang bersumber dari Mallawa. Untuk menggali potensi batu akik tersebut,  Koperasi Wisata Salewangang (KWS) Maros sedang melakukan uji laboratorium terhadap batuan tersebut.
{[['']]}

Batu Permata Lokal Sulawesi Selatan yang Diburu Kolektor

Demam batu permata yang beberapa bulan belakangan ini semakin marak juga berdampak pada hadirnya kembali batu-batu permata khas Sulawesi Selatan yang selama ini tenggelam oleh batu permata dari daerah lain.

Kehadiran batu permata lokal Sulawesi Selatan tersebut menambah khasanah dunia permata yang kembali mencuat. Tentu saja dengan keunikan jenis maupun corak yang ditampilkan.

Arwan, salah seorang penggemar batu permata lokal di Makassar, seperti dikutip dari kabarmakassar.com (Member of Kabar Group Indonesia), mengatakan batu permata Sulawesi Selatan sebenarnya tidak kalah dengan batu permata di wilayah lain. Hal tersebut disebabkan faktor alam Sulawesi yang berada di tengah lempengan besar membuat daerah ini memiliki bebatuan alam dengan corak yang berbeda atau khas.

“Sebenarnya batu alam di Sulawesi tidak kalah dengan daerah lain, khususnya corak atau motif. Ini karena faktor alam, yang secara secara geologi, Pulau Sulawesi memiliki keunikan yakni terletak antara dua lempeng besar.” ungkap Arwan di Makassar, Selasa (17/3/2015).

Selain itu, kata dia, teknik pengolahan batu permata tersebut juga sudah diketahui secara umum di berbagai daerah. Sehingga, memungkinkan batu bongkahan atau rough bisa diolah secara mandiri di daerah masing-masing.

“Selama ini tehnik pengolahan batu alam mulai dari pemilihan batu, pemotongan hingga mengasah hanya diketahui oleh kalangan tertentu saja. Berbeda dengan sekarang, hampir semua orang sudah mengetahui batu apa yang bisa diolah sehingga dapat menjadi permata yang menarik dan bernilai” terangnya.

Arwan mengatakan, dari sejumlah batu permata lokal Sulawesi Selatan sedikitnya ada tujuh batu alam Sulsel yang sangat populer saat ini. Batu-batu permata tersebut memiliki keunikan tersendiri sehingga mendapat tempat di kalangan penggemar batu permata.

Berikut ke tujuh batu permata tersebut.

1. Sissi’ Naga

Sissi’ Naga atau batu mulia jenis akik sisik naga semakin naik daun. Batu bernama latin Septarian nodule asal Kabupaten Enrekang, Sulsel ini, bahkan diklaim sebagai batu akik terbaik di dunia, lantaran memiliki kekerasan yang bagus dan corak yang beragam. Batu jenis ini telah lama ditemukan di dunia, seperti di Rusia, Selandia Baru, dan Kazakhstan.

Namun, jenis dari Kabupaten Enrekang dinilai yang terbaik.

2. Badara Bassi

Badara Bassi atau badar besi adalah batu hematit merupakan batu permata dalam bentuk mineral besi (III) oksida (Fe2O3). Hematit memiliki warna hitam hingga abu-abu perak atau baja, coklat hingga merah kecoklatan atau merah. Dalam skala kekerasan, batu yang memiliki keunikan bisa menempel pada magnet ini berada dalam skala 5 dari 6.

Batu alam ini banyak tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan, seperti Gowa, Takalar, Jeneponto dan sejumlah kabupaten lainnya.

3. Akik Solar

Batu akik Solar yang merupakan batu jenis Idocrase (Idokras) ini banyak tersebar di berbagai kabupaten di Sulsel. Salah satu jenis permata yang sangat digemari dan diburu oleh kolektor permata tersebut di antaranya ada di Kabupaten Bone. Kebanyakan batu mulia idokras asal Bone menyerupai warna solar, yakni cokelat kekuning-kuningan.

Popularitas permata jenis ini melejit karena dikabarkan salah satu petinggi negeri ini mengenakan cincin dengan permata jenis tersebut. Popularitas batu ini terus menanjak, di tengah semakin gencarnya para penggemar yang terus memburunya, khususnya yang transparan.

4. Peroso Ogi

Peroso Ogi sebenarnya adalah Brown jasper yang merupakan salah satu varian Chalcedony. Brown Jasper di Wajo, Sulawesi Selatan disebut peroso ogi atau pyrus bugis karena penampilannya mirip pyrus (turquoise). Ciri umum Jasper adalah tidak tembus cahaya (opaque) dan terdiri dari beberapa jenis antara lain Jasper pancawarna, Jasper Batudarah dan Jasper motif berwarna (kebiruan, coklat, kehitaman dan abu abu). Memiliki kekerasan antara 6-7 skala Mohs.

5. Pasir Emas Tondong

Batu pasir emas mempunyai banyak jenis dan warnanya pun juga punya banyak ragam, ada biru bertabur pasir emas ada juga yang berwarna kuning tua seperti emas. Batu yang banyak berada di Tondong Kabupaten Pangkep ini sangat populer lantaran keindahannya. Namun untuk memilikinya, harus ekstra hati-hati, lantaran sudah banyak yang beredar batu yang mirip dengan batu pasir ini

Sekadar informasi, batu pasir mas palsu umumnya terbuat dari mika atau kaca yang kemudian di lakukan proses peleburan dengan sedemikian rupa agar menyerupai aslinya.

6. Badara Cera

Badara Cera atau bloodstone Sulsel dikenal luas oleh para penggemar batu permata. Warna merahnya yang menawan, membuat permata ini menjadi salah satu target guruan para kolektor permata. Bloodstone tersusun dari mineral SiO2 (silicon dioxide) dengan kekerasan 6.5 hingg 7 skala mosh.

7. Akik Sulaeman

Batu Akik Sulaiman identik dengan batu berwarna merah dengan serat alami dengan beraneka ragam corak, sehingga nama batu ini menjadi beragam sesuai pamor atau warna yang terdapat pada batu. Tingkat kekerasan batu yang tersebar d iberbagai daerah di Sulsel ini dibawah 7 skala mosh.

Pemberian nama Sulaeman ini merujuk kepada permata Nabi Sulaeman yang konon juga berwarna merah.
{[['']]}

Puluhan Batu Akik Di Sulawesi Tengah Bakal Bersertifikat

Puluhan jenis batu akik di Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah akan disertifikasi oleh Gem-Afia Group, sebuah perusahaan di bidang Geologi, eksplorasi, pertambangan dan batu permata di Bandung. "Lima jenis batu sudah terbit sertifikatnya, 23 jenis lagi sementara dalam proses sertifikasi," kata penggagas Ampana Art Festival 2015 Syamsurijal Labatjo di Palu, Rabu.

Ampana Art Festival 2015 rencananya akan dipusatkan di Ampana, ibu kota Kabupaten Tojo Unauna pada 7-11 April 2015. Festival tersebut akan menampilkan program khusus berupa pameran batu akik. Mantan Ketua DPRD Tojo Unauna itu mengatakan daerahnya memiliki kekayaan batu permata yang memiliki kualitas baik dengan skala kekerasan mineral rata-rata 6,5 mohs. "Itu sudah melalui uji laboratorium sehingga mendapat sertifikat," katanya.

Dari lima sertifikat yang sudah diterbitkan Gem-Afia Group di antaranya Gabbro Variety 6.5 Mohs dengan berat jenis 3,04 mohs, Natural Green Opal 6.5 mohs dengan berat 2.04, Natural White Opal 6.5 Mohs, Brown Marble 3 Mohs dan Diorite Variety 6.5 mohs. Jenis batu yang sudah diolah menjadi permata tersebut belum beredar luas.

"Batu jenis ini terhampar dari Kecamatan Tojo sampai di Uwekuli," katanya. Jenis batu tersebut ditemukan di sungai dan di gunung. Dia mengatakan jenis batu permata tersebut akan diluncurkan di arena Ampana Art Festival yang disaksikan pejabat pemerintah daerah provinsi dan kabupaten setempat. "Kami sudah menyediakan batu permata untuk disematkan di jari pak Gubernur dan bupati," katanya.

Dia mengatakan keunggulan batu tersebut memiliki unsur besi sehingga jika disentuh dengan magnet batu tersebut akan memberi reaksi. Syamsurijal mengatakan jika seluruh batu dari Tojo Unauna yang diuji di laboratorium sudah mengantongi sertifikat, ia bersama pemerintah akan menjadikan kekayaan batu di daerah itu menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
{[['']]}

Supaya Tidak Tertipu Saat Membeli Berlian

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, dalam membeli berlian empat hal yang pertama kali perlu diperhatikan adalah 4 C (Color, Clarity, Cut dan Carat). Semakin tinggi skala dari 4 C tersebut, maka makin tinggi harga berlian.

Ada lembaga yang menentukan skala dari color dan clarity berlian. Lembaga yang paling umum dipakai penjual dan pembeli berlian di seluruh dunia adalah The Gemological Institute of America (GIA). Selain GIA, ada juga lembaga di Indonesia yang bisa mengeluarkan sertifikat untuk berlian tersebut yaitu Adamas Gemological Laboratory of Indonesia (AGL ).

GIA dan AGL biasanya hanya mengeluarkan sertifikat untuk berlian-berlian di atas satu karat. Hal itu karena pembuatan sertifikat cukup mahal. Untuk berlian 1 karat harga sertifikat yang dikeluarkan GIA, sekitar US$ 100. Sedangkan AGL biaya pembuatan sertifikatnya Rp 1 juta.

"Sertifikat yang dikeluarkan AGL ini akan diakui secara internasional, sehingga Anda dapat dengan mudah menjual kembali berlian di mana saja di seluruh dunia dengan menunjukkan bukti sertifikat tersebut," begitu ditulis AGL dalam situs resminya.

Selain keberadaan sertifikat, yang juga perlu Anda cermati saat membeli berlian adalah harganya. Standar harga berlian bisa Anda lihat dalam situs Rapaport. Situs tersebut menyediakan standar harga berlian di seluruh dunia.

Menurut Indah Ludina, salah seorang penjual berlian yang sudah berpengalaman selama 10 tahun, untuk sistem penjualan berlian biasanya berdasarkan satu mata utuh. "Misalnya satu karat utuh harganya Rp 90 juta. Tapi ketika sudah dipecah-pecah menjadi butiran berlian kecil yang jika ditotal satu karat, harganya menjadi lebih murah, misalnya menjadi Rp 60 juta," jelas Indah saat ditemui wolipop di Apartemen Slipi, Jakarta Barat, Senin (23/4/2012).

Di mana sebaiknya membeli berlian? Indah menyarankan jika ingin membeli berlian belilah di tempat yang sudah terpercaya. Sebaiknya juga jangan hanya datang ke satu toko.

"Di Cikini sudah banyak toko yang bagus. Tapi masih banyak yang rangka lokal. Kalau mau di mall, di Taman Anggrek dan Plaza Senayan," jelasnya.
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar tidak tertipu saat membeli berlian. Beberapa hal tersebut mulai dari sertifikat berlian hingga di mana sebaiknya membeli berlian.
{[['']]}

Batu Giok Solar dari Kabupaten Nagan Raya

BATU giok Aceh jenis indocrase atau giok solar saat ini sedang menjadi primadona. Sejumlah toko online menjajakannya dengan harga bervariasi.
Harganya sangat tergantung kualitas dan jenis serta coraknya. Termasuk berapa besar yang anda inginkan. Untuk jenis giok super dihagai Rp 2 juta bahkan ada yang dijual sampai puluhan juta rupiah.
Kini batu giok asal Aceh merupakan batu giok terbaik di Indonesia. Di tingkat dunia, batu giok Aceh berada di urutan ketiga setelah giok Burma dan China.
Batu giok Aceh merupakan yang terindah di dunia. Seorang pengusaha giok, AB Hamdi mengatakan,"selama 24 tahun berbisnis batu mulia, saya belum pernah melihat batu seindah giok Aceh."
Kata Hamdi, giok Aceh punya ciri khas: jika dipegang terasa dingin. Ini berbeda dengan batu mulia dari Garut dan batu bacan yang tidak dingin, tapi indah warnanya.
Di Aceh, daerah penghasil giok adalah di Kabupaten Nagan Raya, Sungai Lumut di Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
Untuk pasar dunia, batu giok Aceh berpotensi masuk ke Tiongkok untuk bahan membuat patung atau asesoris lain. "Harganya bisa sampai ratusan juta rupiah," kata Hamdi yang meyakini batu giok Aceh akan terus dicari hingga 20 tahun ke depan.
Kabupaten Nagan Raya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Ibukotanya Suka Makmue, yang berjarak sekitar 287 km atau 6 jam perjalanan dari Banda Aceh. Kabupaten ini berdiri berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2002, tanggal 2 Juli 2002 sebagai hasil pemekaran Kabupaten Aceh Barat.
Kata Nagan memiliki kemiripan dengan nama 5 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut, namun secara arti bahasa sampai sejauh ini sama sekali tidak ada dalam kosakata Aceh. Pun, belum terketemukan landasan historis, maupun hasil penelitian yang jelas terkait dari mana penyebutan nama tersebut muncul. Sedangkan Raya berarti besar, menunjuk semua kecamatan yang ada di Nagan, kendati di dalam nama kecamatan tersebut tidak tercantum kata "Nagan", misalnya: Beutoeng, salah satu kecamatan.
{[['']]}
 
Dukungan : Kontak Jodoh | Biro Jodoh | Situs Jodoh
Copyright © 2012. Batu Mulia Permata Akik - All Rights Reserved
Cari Pria atau Wanita
Halaman Utama MbahOnline.com