Masih berbicara tentang batu akik yang sedang trend dan populer di Indonesia, salah satunya adalah batu red borneo Kalimantan. Sesuai namanya, batu ini merupakan batu asli Indonesia yang tepatnya berasal dari Desa Kiram (Gunung Pematun), Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Martapura. Batu red borneo termasuk ke dalam jenis Natural Rhodonite dengan kandungan mineral rodocrosite.
Batu akik ini terbentuk dari oksidasi mineral mangan yang bersenyawa dengan cairan hydrothermal. Batu dengan unsur Rodocrosite (Rhodochrosite) sejenis red borneo sebenarnya tidak hanya terdapat di Kalimantan saja akan tetapi juga terdapat di berbagai negara dengan tingkat penyebaran yang luas. Beberapa negara yang memiliki batu serupa dengan red borneo diantaranya seperti di kota pertambangan New South Wales - Australia, Jepang, Finlandia, Madagaskar, Meksiko, Kanada, Swedia, Rusia, Afrika Selatan, Tanzania, Amerika Serikat (New Jersey dan Nevada) dan tak luput juga Pulau Kalimantan - Indonesia.
Batu yang juga dikenal sebagai ruby Kalimantan ini memiliki ciri khas yakni berwarna pink atau merah jambu dengan gurat hitam yang biasa disebut sebagai urat batu. Batu yang mulai diperdagangkan di Kawasan Pertokoan Cahaya Bumi Salamat (CBS), Martapura ini semakin populer manakala bupati Martapura yang bernama Sultan Khaerul Saleh mewajibkan semua pejabat daerah setempat untuk menggunakan batu mulia red borneo sebagai salah satu ciri khas yang melambangkan daerah tersebut.
Keunikan lain dari batu jenis rodocrosite adalah timbulnya warna krem yang sangat tipis pada permukaan batu dan munculnya tekstur warna hitam. Adapun red borneo dengan kualitas yang baik terletak pada tingkat kejernihan warnanya (clarity). Semakin pekat tekstur warnanya maka kualitasnya juga semakin bagus. Batu red borneo yang hanya memiliki warna merah jambu juga dikatakan sebagai jenis yang berkualitas tinggi.
Batu Red Borneo adalah batuan padat berserat halus yang mulus serta mengkilap setelah mengalami proses pemolesan. Tekstur permukaannya sangat halus serta tidak memiliki retakan yang membuat batu yang juga dijuluki ruby Kalimantan ini terlihat makin sempurna.
Disamping itu, yang tak kalah paling penting adalah dari berat serta bentuk yang simetris (cutting). Seperti kita ketahui bahwa batu alam yang natural lebih berat jika dibandingkan dengan batu sintetis yang bukan natural (terbuat dari kaca/kristal). Nah, agar lebih mudah mengidentifikasikannya, tentu Anda membutuhkan pengecekan lebih lanjut dengan bantuan gemolog atau pakar batu profesional.
Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kebanjiran pesanan "Red Borneo" atau batu merah Borneo yang merupakan batu khas dari kabupaten setempat.
"Ada beberapa teman dari Jatim, Pontianak, dan Gorontalo yang minta dikirimi batu merah Borneo," ujar Kepala Disbudparpora Banjar Abdul Ganie Fauzi di Martapura, seperti dilansir Antara, Rabu (4/3).
Ia mengatakan, teman-temannya yang berasal dari luar daerah sudah mengetahui batu Merah Borneo dari mulut ke mulut sehingga mereka ingin memiliki batu khas Banjar itu.
Dijelaskan, batu Merah Borneo yang berasal dari Desa Kiram Kecamatan Karang Intan memiliki ciri warna yang didominasi merah muda disamping gurat hitam atau disebut urat batu.
"Merah Borneo yang paling banyak dicari warna merah muda sempurna tanpa ada busa atau diselemuti putih seperti susu, tetapi ada juga yang menyukai guratan hitam," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah juga mengaku mendapat pesanan dari rekannya di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung yang minta dikirimi batu.
"Teman saya salah satu kepala SKPD di Kabupaten Tanggamus dan minta dikirimi batu asli Kalsel seperti Merah Borneo sehingga batunya dikirim bersama batu lain," ujarnya.
Dikatakan, seiring pemberitaan media terutama media elektronik yang menyiarkan keunikan batu-batuan dari berbagai daerah di Indonesia membuat Merah Borneo juga lebih dikenal.
Apalagi, batu yang diyakini sejenis batu aji itu hanya bisa diperoleh di Kabupaten Banjar yang telah lama dikenal sebagai penghasil batu baik permata maupun batu mulia.
"Batu Merah Borneo ini membuat Kalsel terutama Martapura menjadi lebih terkenal sehingga banyak orang baik pejabat maupun masyarakat yang ingin mengetahuinya," ujar dia.
Pejabat lain yang juga mendapat pesanan batu "Red Borneo" adalah Kabid Perdagangan Disperindag Banjar Ahmad Bagiawan yang diminta untuk mengirimkan ke Gorontalo.
"Kami juga mendapat pesanan dari teman di Bandung yang minta segera dikirimkan batu Merah Borneo karena disana juga tengah marak penjualan batu sejenis itu," katanya.
Batu akik ini terbentuk dari oksidasi mineral mangan yang bersenyawa dengan cairan hydrothermal. Batu dengan unsur Rodocrosite (Rhodochrosite) sejenis red borneo sebenarnya tidak hanya terdapat di Kalimantan saja akan tetapi juga terdapat di berbagai negara dengan tingkat penyebaran yang luas. Beberapa negara yang memiliki batu serupa dengan red borneo diantaranya seperti di kota pertambangan New South Wales - Australia, Jepang, Finlandia, Madagaskar, Meksiko, Kanada, Swedia, Rusia, Afrika Selatan, Tanzania, Amerika Serikat (New Jersey dan Nevada) dan tak luput juga Pulau Kalimantan - Indonesia.
Batu yang juga dikenal sebagai ruby Kalimantan ini memiliki ciri khas yakni berwarna pink atau merah jambu dengan gurat hitam yang biasa disebut sebagai urat batu. Batu yang mulai diperdagangkan di Kawasan Pertokoan Cahaya Bumi Salamat (CBS), Martapura ini semakin populer manakala bupati Martapura yang bernama Sultan Khaerul Saleh mewajibkan semua pejabat daerah setempat untuk menggunakan batu mulia red borneo sebagai salah satu ciri khas yang melambangkan daerah tersebut.
Keunikan lain dari batu jenis rodocrosite adalah timbulnya warna krem yang sangat tipis pada permukaan batu dan munculnya tekstur warna hitam. Adapun red borneo dengan kualitas yang baik terletak pada tingkat kejernihan warnanya (clarity). Semakin pekat tekstur warnanya maka kualitasnya juga semakin bagus. Batu red borneo yang hanya memiliki warna merah jambu juga dikatakan sebagai jenis yang berkualitas tinggi.
Batu Red Borneo adalah batuan padat berserat halus yang mulus serta mengkilap setelah mengalami proses pemolesan. Tekstur permukaannya sangat halus serta tidak memiliki retakan yang membuat batu yang juga dijuluki ruby Kalimantan ini terlihat makin sempurna.
Disamping itu, yang tak kalah paling penting adalah dari berat serta bentuk yang simetris (cutting). Seperti kita ketahui bahwa batu alam yang natural lebih berat jika dibandingkan dengan batu sintetis yang bukan natural (terbuat dari kaca/kristal). Nah, agar lebih mudah mengidentifikasikannya, tentu Anda membutuhkan pengecekan lebih lanjut dengan bantuan gemolog atau pakar batu profesional.
Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kebanjiran pesanan "Red Borneo" atau batu merah Borneo yang merupakan batu khas dari kabupaten setempat.
"Ada beberapa teman dari Jatim, Pontianak, dan Gorontalo yang minta dikirimi batu merah Borneo," ujar Kepala Disbudparpora Banjar Abdul Ganie Fauzi di Martapura, seperti dilansir Antara, Rabu (4/3).
Ia mengatakan, teman-temannya yang berasal dari luar daerah sudah mengetahui batu Merah Borneo dari mulut ke mulut sehingga mereka ingin memiliki batu khas Banjar itu.
Dijelaskan, batu Merah Borneo yang berasal dari Desa Kiram Kecamatan Karang Intan memiliki ciri warna yang didominasi merah muda disamping gurat hitam atau disebut urat batu.
"Merah Borneo yang paling banyak dicari warna merah muda sempurna tanpa ada busa atau diselemuti putih seperti susu, tetapi ada juga yang menyukai guratan hitam," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah juga mengaku mendapat pesanan dari rekannya di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung yang minta dikirimi batu.
"Teman saya salah satu kepala SKPD di Kabupaten Tanggamus dan minta dikirimi batu asli Kalsel seperti Merah Borneo sehingga batunya dikirim bersama batu lain," ujarnya.
Dikatakan, seiring pemberitaan media terutama media elektronik yang menyiarkan keunikan batu-batuan dari berbagai daerah di Indonesia membuat Merah Borneo juga lebih dikenal.
Apalagi, batu yang diyakini sejenis batu aji itu hanya bisa diperoleh di Kabupaten Banjar yang telah lama dikenal sebagai penghasil batu baik permata maupun batu mulia.
"Batu Merah Borneo ini membuat Kalsel terutama Martapura menjadi lebih terkenal sehingga banyak orang baik pejabat maupun masyarakat yang ingin mengetahuinya," ujar dia.
Pejabat lain yang juga mendapat pesanan batu "Red Borneo" adalah Kabid Perdagangan Disperindag Banjar Ahmad Bagiawan yang diminta untuk mengirimkan ke Gorontalo.
"Kami juga mendapat pesanan dari teman di Bandung yang minta segera dikirimkan batu Merah Borneo karena disana juga tengah marak penjualan batu sejenis itu," katanya.
{[['
']]}


















